Friday, 19 August 2011

akur

sudah masa aku terpaksa terima
yang aku tiada peneman jiwa
sudah masa aku terima
yang aku ditakdir tidak berdua
terima tak pernah berontak
walau hati kata tidak
aku akur kehendak Nya
aku susur jalan diatur Nya
walau kadang perit
atau luka
mungkin ada yang sempurna
yang menunggu dihadapan sedia
tapi yang pasti
aku terima apa jua
walau terpaksa
bergadai nyawa

Wednesday, 17 August 2011

next aidilfitri

Manusia menjalin hubungan dan cita
Ditentu oleh Maha Esa Yang Maha Kuasa
Yang mencipta detik indah antara kita
Hati sedih hilang gembira jika tiada di pagi raya
Bilal melaungkan takbir
Langsung janji aku mungkir
Diriku tak hadir
Pabila syawal menjelang hari yang dahulu tenang
Kini semakin menghilang
Harus ku tabahkan hati
Hadapi next Aidilfitri
Manusia menjalin hubungan dan cita
Ditentu oleh Maha Esa Yang Maha Kuasa
Yang mencipta detik indah antara kita
Hati sedih hilang gembira bila kau tiada di pagi raya
Bilal melaungkan takbir
Langsung janji aku mungkir
Diriku tak hadir
Pabila syawal menjelang hari yang dahulu tenang
Kini semakin menghilang
Oh Tuhan tabahkan hatiku
Hadapi next Aidilfitri

bittersweet

Saturday, 13 August 2011

pisah

Perpisahan
adalah jarimu
yang merentak
bersama ombak
ke lautan
tiba-tiba membiru

Perpisahan
adalah suaramu
yang merangkak
bersama ombak
ke daratan
tiba-tiba membisu

siapa mereka

Siapa mereka
yang tidur pura-pura
bila kita berjaga
yang bangun tiba-tiba
bila kita terlena.

Siapa mereka
yang datang dalam setiap mimpi kita
mengambil dan merampas
setiap hak milik kita.

Siapa mereka
yang membaling dusta
ke rumah kita
yang memaling muka
bila kita bertanya.

Siapa mereka
yang menikam belakang kita
dengan pedang kata-kata
yang menanam mayat kita
dalam sejarah purbakala.

letfee ahmad

Saturday, 6 August 2011

cinta bodoh

Aku sedih dengan ukiran yang indah memuja akan dunia
Luka yang memahat
Luka yang begitu menusuk
Luka yang yang menghujam jantungku
Tapi tidak ada yang tahu bahwa aku kecewa dalam cerita

Sampai untuk berpikir tentang cinta
Dengan hati bukan mata rasakan cinta
Untuk kehilangan akal sehat
Dan untuk membuat aku tenggelam

Tenggelam dalam kesedihan
Tenggelam dalam kepedihan dan kehancuran
Dengan semua janji-janji busuk (jambu) mu
Dengan semua Janji-janji palsu mu
Membuat sayap ini patah dan mati

Aku menangis meratapi takdir
Merasa seakan dunia ini tak berarti lagi
Dan kini hanya kesedihan, kekecewaan yang menemaniku
Cinta ini sungguh aku tidak mengerti

psusk - takiyo


Malam ini kau tersenyum
Begitu lembut dalam guratan wajahmu
Bahkan rembulan pun menundukkan cahayanya
Dalam kesayuan dirimu

Lalu, kulukiskan parasmu dalam sebuah puisi
Yang perlahan kusapu dengan usapan kehangatan
Kemudian kutorehkan sebuah kecupan manis
Bercahaya dengan tinta kelembutan