RINDU
Menyayat,
Menaruh
Torehkan luka
Tinggalkan duka
Panas membakar,
Hancurkan,
Leburkan
Ke jalan baqa
KELU
Kini kau tak bisa menyeberang
Kerna jembatan telah kau hancurkan
Saat kata maaf kau habiskan
DOA
Allah,
Jangan biarkan
Nafsu mengikatku
Dan membawaku
Hingga binasa
Allah
Jadikan aku Syakiron
Jadikan aku Shobiron
Ya Allah
Aku tak mampu
DUSTA
Ambillah kertas dan pensil
Tulislah kata
Yang bisa membuatmu bahagia
Menikmati gemerlap dunia
Kaya harta, tinggi jabatan dan tahta
Serta jaminan hari tua
aku pasti akan menulis
kamu .
PERANG ABADI
Wajahku adalah malaikat
Bicara dan berbuat
Agar hati selalu taat
Wajahku adalah syaitan
Masuk ke ubun-ubun
Mengisi aliran nadi
Menjalari urat syaraf
Membakar ghairah syahwat
Disanalah perang setiap hari
Tak henti-henti
Di hati.
MIMPI
Tiada apa
BIJAK
Belajarlah!
Kapan diam
Kapan bicara
Kau bijaksana
Bahawa hakikat hidup
Adalah kematian
Dan akhir kematian
Adalah kehidupan
Kau bisa nikmati
Kau bisa mengerti
Nanti.
JEDA
Betapa puas hatiku
Melihatmu menangis
Kerna nilai merahmu
Sebagai balasan
Sikapmu selama ini
Mengabaikan pelajaran
Dalam setiap pertemuan
Makanya jangan kau remehkan aku
Kerena aku gurumu
KAYA
Kebahagiaan
Bukan tahta
Bukan harta
Bukan perhiasan dunia
Tapi kebahagiaan
Bisa didapat di mana saja
Karna benihnya ada di dada
Dan pupuknya kekayaan jiwa
Beri aku satu minit tambahan
Akan ku isi dengan kebaikan
Atau satu detik saja
Akan kupenuhi ketaatan
Sayang,
Waktumu HABIS
HIDUPKU
Jangan harap orang memberi
Yang kau punya syukuri
Jauh lebih berarti
Dari emas seberat bumi
PASRAH
Maafkan
Hanya ini bisaku
Selebihnya
Biar ditelan waktu
Dan nafsu amarahmu
FANA
Mengapa kau marah
Melihat murid bersalah
Tidakkah kau paham
Dia akan besar
Dan mengerti arti kehidupan
Atau mungkin sudah kau ajari dia
Cara melakukan kesalahan ?
DIRI
Jangan menipu
Jangan tertipu
Waspada selalu!
IKHLAS
Tidak selalu jalan bisa dilalui
Tidak selalu keinginan terpenuhi
Tidak selalu dia memahami
Tidak selalu dia memaklumi
Kau mengerti?
DUNIA
Jabatan membuatmu lupa
Kerna kau lupa
Bahawa dunia sungguh melupakan
Kau lupa diri
Kau lupa mati
Kau dilupakan
Sepi…
HAKIKAT
Kecintaanku luar biasa berat
Tak dapat kuikat…
Ahh, entah mengapa
Hati kadang terpikat.
Dunia,…
Kau… luar biasa…
Hmm
KAYA
Beri aku maafmu
Kau berubah jadi raja
SYUKUR
Beri aku kata
Meski sebait puisi saja
Cukup membuatku kaya raya
NAFSU
Aku hanya mencoba
Bicara dengan cara berbeda
Jika aku salah, tegurlah
Sungguh, aku menghormatimu
Tapi amarahmu
Mengusir wibawamu
Dan emosimu
Membunuh ramah tamahmu
Kini kau berdiri di atas nafsumu
Dan menghardikku
DOSA
Pasti kumampu
Memberimu nilai semua
Mungkin ini dosaku yang keseribu
Dalam nafsuku yang terus mengebu
Hingga aku tak perlu malu
Karena aku adalah hantu
Bukan lagi diriku
WAKTU
Besok aku mati
Dimakan bumi
Ditinggal sendiri
Sepi
Mati
Besok aku mati
RINDU
Titip rindu untuk kautercinta…
Malam ini purnama sendiri.
KHILAF
Beri aku pisau belati
Akan kutikam nuraniku
Agar darah membuncah
Menyiram jiwa
Melembutkan
No comments:
Post a Comment